Salam Ramadhan diucapkan kepada pengunjung2 laman blog pak yoep. Mohon jutaan kemaafan sekiranya terdapat tulisan2 atau post2 pak yoep yg menguris atau menyinggung perasaan anda. Moga blog yang diwujudkan ini akan dapat dimanfaatkan untuk kebaikan bersama. Terima kasih kerana terus mengunjungi blog pak yoep.
TazkirahRamadhan
Bulan Ramadhan, bulan yang mulia, bulan yang selalu dinanti ummat
islam, bulan ampunan tempat pahala berganda, bulan ampunan yang
didalamnya terdapat satu malam yang lebih baik dari 1000 bulan.
Bulan Ramadhan adalah bulan multi sarana, bulan Ramadhan adalah sarana
untuk menggapai kemenangan, bulan Ramadhan adalah sarana untuk
meningkatkan kualitas perjuangan, dan bulan Ramadhan adalah sarana untuk mencapai kemerdekaan.
Masih banyak kiranya peran bulan Ramadhan sebagai bulan multi sarana,
sarana untuk mempererat tali ukhuwah, sarana tarbiyah dan sebagai sarana
yang lain-lainnya. Yang harus kita perhatikan adalah bagaimana kita
bisa memanfaatkan bulan suci Ramadhan ini, jangan sampai bulan Ramadhan
berlalu, tapi kita tidak mendapat sesuatu apapun. Merugilah kita
tentunya.
Bagaimana bulan suci Ramadhan mengantarkan umat islam
pada kemenangan dan kejayaan, apa rahasia yang ada sehingga sejarah
mencatat karya-karya gemilang terjadi di bulan suci Ramadhan?
Perang Badar adalah salah satu sejarah kemenangan di bulan suci
Ramadhan. Tepat tanggal 17 Ramadhan meletuslah perang Badar yang dahsyat
itu. Pasukan kafir Quraisy menghujani pasukan Muslimin dengan anak
panah. Pasukan Muslim balas menyerang dengan gigih seraya meneriakkan
kata, “Ahad… Ahad… Ahad…!” padahal Jumlah pasukan Muslimin hanya
berkisar 300 orang dengan membawa 70 ekor unta. Sementara kekuatan
Quraisy Makkah berkisar 1.000 orang, tiga kali lebih banyak dari kaum
Muslimin. Perang yang amat dahsyat ini akhirnya dimenangkan oleh kaum
Muslim, pembela agama Allah. Perang yang terjadi di bulan Ramadhan ini
menjadi peristiwa sangat penting dalam sejarah Islam.
Pada
tanggal 21 Ramadhan tahun 8 Hijriah. Terjadi Peristiwa Pembebasan Makkah
yang menjadi bukti sejarah kemerdekaan di bulan Ramadhan yang pada saat
itu pasukan kaum Muslim dipimpin langsung oleh Rasulullah -sholallahu
'alaihi wasallam-. Berhala- berhala yang sekian lama menodai kesucian
Kab’ah dibersihkan. Musuh yang tertawan tidak dijadikan budak
sebagaimana kebiasaan kaum musyrik ketika memenangkan pertempuran,
melainkan dibebaskan dan dimaafkan. Pada saat itu Bilal naik ke atas
Ka’bah dan mengumandangkan adzan. Kalimat- kalimat agung yang dulu harus
dibisikkan secara sembunyi-sembunyi itu kini membelah angkasa. Allahu
Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar…!
Bukan
hanya di zaman Nabi dan shahabatnya, Peristiwa kemenangan jihad besar
sepeninggal Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- juga banyak terjadi
di bulan suci Ramadhan. Misalnya, pada Ramadhan 92 H, ketika Panglima
Thariq bin Ziyad bersama 7.000 pasukan menyeberangi selat Gibraltar
untuk membebaskan kota Andalusia di Spanyol. Di bukit Jabal Thariq, sang
panglima berseru! “Kita datang ke sini tidak untuk kembali. Kita hanya
punya dua pilihan, menaklukan negeri dan menetap di sini serta
mengembangkan Islam, atau kita semua binasa.” Dalam rangka melawan
pasukan Spanyol yang berkekuatan 100.000. Di bulan suci Ramadhan itu
kaum Muslimin atas pertolongan Allah -ta'ala-, lagi-lagi memperoleh
kemenangan.
Pada Ramadhan tahun 584 hijriah juga terjadi perang
Salib di Eropa. Pasukan Islam yang dipimpin oleh Shalahudin Al-Ayubi
berhasil memporak-porandakan pasukan Salib Eropa yang dipimpin Raja
Richard III dari Inggris yang terkenal bengis. Tapi, berkat kegagahan
Shalahudin Al-Ayubi, sang Raja yang berjuluk The Lion Heart itu akhirnya
takluk. Dan kaum Muslim berjaya di Eropa.
Sebagai warga
indonesia, kita harus tahu bahwa Ramadhan juga menjadi kemenangan besar
bagi bangsa kita tercinta. Di bulan suci ini, tepatnya tanggal 17
Ramadhan 63 tahun lalu, bersamaan dengan 17 Agustus 1945, bangsa kita
memproklamirkan kemerdekaan. Sangat tepat jika dalam pembukaan UUD 1945
para pendiri bangsa ini menyatakan bahwa kemerdekaan adalah, “Atas
berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa…”
Sejarah telah mencatat, pada bulan suci Ramadhan banyak kesuksesan dan kemenangan besar diraih umat Islam.
Ini membuktikan bahwa bulan Ramadhan bukan bulan bermalas-malasan dan
kelesuan. Rahasia kesuksesan tersebut dikarenakan niat yang ikhlash,
komitmen yang kuat dan kesungguhan yang didasari dengan keyakinan
sehingga banyak ditorehkan kesuksesan. Begitu pula dalam hadits diungkap
kesibukan Rasulullah -sholallahu 'alaihi wasallam- dan masyarakatnya
dalam mengisi Ramadhan. bagaimana beliau mengikat kain sarungnya di
sepuluh malam yang terakhir sebagai pertanda kesungguhan dalam ibadah
dan mengurangi tidur. Maka semestinya contoh-contoh seperti inilah yang
kita tiru dalam hari-hari Ramadhan kita yang sedang kita jalani. Semoga
Allah -ta'ala- memudahkan kita menjalani Ibadah di bulan Ramadhan dengan
baik dan diliputi keberkhan. Aamiin
By: Irfanz

No comments:
Post a Comment